Untitled5

Hari luar biasa itu mulai beranjak pergi memang. Dan saya masih terkagum-kagum sambil terkadang tersenyum sendiri saat harus mengingat momen yang tercipta kala itu. Bagimana tidak? Bisa turut dalam kegiatan seperti ini jelas bukan kegiatan rutin yang bisa saya ikuti setiap hari. Jadi sudah pasti saya teramat menikmati setiap waktu didalamnya.

Tergabung dalam rombongan belajar Sendang atau yang lebih nge-hits disebut rombel sendang ini, saya bertemu rekan-rekan yang luar biasa hebat dengan latarbelakang profesi yang beragam. Mulai dari Safety Officer, Bidan, Polisi, Dosen, Penyiar Radio, hingga Pegawai Dinas Kesehatan. Meski dengan profesi yang berbeda, setidaknya kami punya semangat yang sama, turut membangun mimpi anak-anak Indonesia. Itu mengapa kami bisa sampai dan berada ditempat ini bersama.

Untitled

Mengenalkan profesi yang saya jalani kepada orang dewasa pada umumnya mungkin akan tampak lebih mudah, tapi tidak demikian dengan apa yang akan saya hadapi di SD Sendang 1 ini. Dan nyatanya itu sedikit terbukti pada awal perkenalan saat anak-anak diberi kesempatan untuk menebak pekerjaan tanpa saya beritahu terlebih dulu. Apa yang anak-anak tebak untuk profesi saya adalah petugas pom bensin pada awalnya. Lumayan membuat saya ”shock” dan tersenyum lebar karenanya. Apa yang saya dapati itu tak lantas menyurutkan langkah saya, justru semakin membuat saya bersemangat untuk dapat memberikan inspirasi tentang apa sebenarnya profesi saya, apa saja yang saya lakukan dan bagaimana untuk menjadi seperti saya.

Untitled2

Menjadi pendidik itu tak mudah ternyata, dan itu mengapa julukan “pahlawan tanpa tanda jasa” tersemat pada profesi yang satu ini. Tapi berada di tengah anak-anak ini untuk menjadi pengajar/inspirator dan menjelaskan profesi saya sebagai seorang Junior Officer Logistik pada PT. PLN (Persero) saya akui begitu menyenangkan. Menjelaskan tentang bagaimana hingga akhirnya listrik bisa sampai ke rumah mereka dan dimanfaatkan untuk berbagai macam aktifitas. Dan hingga saya coba iseng bertanya pada anak anak kelas 6,

 

Untitled3

Saya : ”Kira-kira disini ada tidak yang mau bekerja di PLN nantinya?” tanya saya kepada semua anak.

Anak-anak : ’Tidaaaak.” singkat dan jelas jawab mereka.

Saya : ”Lho, kenapa memangnya?” tanya saya kembali.

Anak-anak : ’Takut kesetrum kak”, serempak jawab mereka demikian.

Saya : ”Memangnya gimana sih rasanya kesetrum kalo boleh tahu?”

Anak-anak : sambil malu malu, ”zreeetttt ZreEttt!” Dan kita pun sekelas tertawa bersama-sama. Hahaha

Pada akhirnya saya coba membuka wawasan anak-anak tentang menjadi seorang yang berprofesi di bidang ketenagalistrikan memang berbahaya jika tidak dilakukan secara benar. Selama dijalankan sesuai prosedur dan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja semua akan berjalan baik baik saja. Satu hal yang cukup membuat saya terharu dan terdiam beberapa detik adalah saat saya mengajar anak-anak kelas 1 dan membantu mereka untuk menuliskan mimpi dan cita-cita mereka pada sebuah pin, satu anak berkata kepada saya dan kami pun terlibat percakapan singkat seperti demikian:

Untitled4

Anak : ”Kak, saya juga mau nulis cita cita!” katanya polos.

Saya : Iya, sini kakak bantu. Cita-citanya mau jadi apa?

Anak : ”Mau jadi kayak kakak.” jawabnya polos.

Saya : Terdiam sejenak, ”mau jadi pegawai PLN?”

Anak : ”Iya,” tukasnya sambil tersenyum mantap.

Saya : ”Oke, ayo kita tulis sama-sama, sambil membantunya mengeja.”sambil turut tersenyum melihatnya.

 

 

Saya berada disini bukan untuk mengajak mereka bermimpi menjadi seorang pegawai PLN (saja), pun tidak menolak mimpi mereka jika memang ada yang nantinya ingin menjadi seperti saya. Suatu kebanggaan tersendiri untuk diri saya andaikan demikian. Lebih dari itu, saya ingin anak-anak di SD Sendang 1 ini berani untuk bermimpi lebih tinggi. Menjadi sebenar-benarnya apa yang mereka mau. Mengembangkan bakat sesuai passion yang mereka punya. Memang benar jalan mereka masih jauh kedepan untuk itu semua, tapi membangun sebuah mimpi yang besar dan mewujudkannya selalu dibutuhkan satu langkah kecil untuk memulainya. Kegigihan mereka untuk bisa mengeyam pendidikan meski jarak yang harus mereka tempuh tidaklah dekat merupakan wujud perjuangan mereka untuk selangkah lebih dekat menggapai mimpinya.

 

Salam Kelas Inspirasi,

Sehari mengajar selamanya menginspirasi. J

 

 

Special thanks : Rombel Sendang yang super gokil (Widi Arisunan, Lukman Juliantoro, Dwi Wahyudi, Anis Nur Rofikah, Luthfiyana Aqhorun Nafiana, Kholid Khoirul Anam, Era Dewanti, Deta Samodra, Afik Afandi, Sri Dwi Ratnasari, Rizal Irfan Fuadi, Dian Arihasta, Liska Nurjanah), Kelas Inspirasi Ponorogo 3 dan SDN Sendang 1.

 

 

 

Untukmu INDONESIA

Untitled6

Wira Nuryansah / Relawan Pengajar

  1. Selamat Kakak Wira Nuryansah. membaca tulisan admin KI Ponorogo ini membuat saya terkagum. sungguh menginspirasi sekali, sampai anak disana ada yang bercita-cita seperti anda. semoga anda bisa menginspirasi juga di KI Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia

  2. sukses ya untuk KI Ponorogo
    saya lahir di ponorgo dan sekarang tinggal di tangerang
    mau sangat suatu hari ikut di kota kelahiran
    selama ini selalu ikut di kota orang

    semangat bermanfaat,,semoga ini terhitung amal ibadah dan amal jariyah
    mulai dan tularkan setiap kebaikan ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>